Dubes Bangladesh Dukung Mangkasara’ Molulo 2026, Siap Hadiri Bumi Anoa Nusantara Festival di Pantai Losari

Budaya 20 Aug 2026 18:47 2 min read 453 views By La Ode Umar Zaid
Dubes Bangladesh Dukung Mangkasara’ Molulo 2026, Siap Hadiri Bumi Anoa Nusantara Festival di Pantai Losari
Dubes Bangladesh Dukung Mangkasara’ Molulo 2026, Siap Hadiri Bumi Anoa Nusantara Festival di Pantai Losari

KENDARI, Celebesnesia — Semangat kolaborasi budaya dalam gelaran Bumi Anoa Nusantara Festival “Mangkasara’ Molulo 2026” mendapat perhatian dari lingkungan diplomatik. Duta Besar Bangladesh untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Md. Abul Hasan Mridha, menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan kesiapan untuk hadir di Kota Makassar.

Dukungan tersebut menjadi warna tersendiri bagi perhelatan budaya yang akan digelar di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Agenda ini merupakan bagian dari gerakan promosi dan kolaborasi budaya yang digagas Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA) melalui program Bumi Anoa Nusantara Festival.

Kehadiran perwakilan diplomatik Bangladesh membuka perspektif yang lebih luas bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan pertemuan antarmasyarakat dan antarbangsa. Bagi Mangkasara’ Molulo, dukungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi kepada jejaring yang lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

Mangkasara’ Molulo 2026 sendiri dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya antara Bumi Anoa dan Bumi Sawerigading. Delapan pilar budaya Sulawesi akan mendapat ruang dalam perhelatan tersebut, yakni Tolaki, Buton, Muna dan Moronene dari Sulawesi Tenggara serta Makassar, Bugis, Mandar dan Toraja dari Sulawesi Selatan.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai melalui tradisi Tabe Maraja di Istana Kesultanan Gowa pada 28 Agustus 2026, sebelum dilanjutkan dengan pagelaran seni budaya di Anjungan Pantai Losari pada 29 Agustus 2026.

Bagi penyelenggara, Mangkasara’ Molulo bukan sekadar pertunjukan seni. Nama tersebut merepresentasikan pertemuan dua identitas budaya: Mangkasara sebagai representasi kebudayaan Makassar dan Molulo yang dikenal sebagai tarian kebersamaan dari Sulawesi Tenggara. Semangat yang dibawa adalah berjalan bersama dalam keberagaman.

Keterlibatan tokoh dan jejaring dari luar negeri semakin memperkuat pesan tersebut. Dalam konteks ini, budaya tidak ditempatkan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai bahasa bersama untuk membangun persahabatan, memperkuat jejaring, sekaligus membuka ruang diplomasi masyarakat melalui seni dan kebudayaan.

Dari Pantai Losari, Mangkasara’ Molulo 2026 diharapkan menjadi panggung yang mempertemukan masyarakat, seniman, komunitas adat, generasi muda dan jejaring internasional dalam satu semangat: merawat keberagaman Sulawesi dengan berjalan bersama.

Recent Articles