Kuliah Umum di IPB, Mentan Amran Ajak Generasi Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Sosial dan Politik 11 Jun 2026 22:48 4 min read 98 views By Redaksi Celebesnesia Makassar

Share berita ini

Kuliah Umum di IPB, Mentan Amran Ajak Generasi Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Kuliah Umum di IPB, Mentan Amran Ajak Generasi Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

CELEBESNESIA.COM - BOGOR– Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, mengajak generasi muda untuk berani mengambil pilihan hidup yang tepat demi meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya, kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan, kegagalan, dan kerja keras.

 

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan kuliah umum bertema “Gagal Menuju Sukses: Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional” di Institut Pertanian Bogor, Bogor, Kamis (11/6/2026).

 

Dalam pemaparannya, Amran menegaskan bahwa setiap orang dihadapkan pada dua pilihan besar dalam hidup, yaitu memilih berjuang saat ini atau menikmati kenyamanan sesaat.

 

"Hari ini ada dua pilihan, struggle now atau enjoy now. Kalau memilih struggle now, insya Allah nanti akan enjoy your life. Tetapi kalau hari ini hanya enjoy your life, bisa jadi nanti akan struggle for life. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing," ujar Amran.

 

Kesuksesan Berawal dari Kegagalan

 

Menurut Amran, banyak orang hanya melihat hasil akhir dari sebuah keberhasilan tanpa memahami proses panjang yang harus dilalui seseorang untuk mencapainya.

 

Ia menegaskan bahwa kegagalan merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju kesuksesan. Setiap kegagalan harus dijadikan pelajaran untuk bangkit dan mencoba kembali.

 

"Sukses itu di akhir. Orang melihat kesuksesan, tetapi tidak melihat prosesnya. Padahal kesuksesan diawali dengan perjuangan, kegagalan, dan kerja keras yang terus menerus," katanya.

 

Di hadapan mahasiswa, dosen, dan civitas akademika, Amran membagikan kisah hidupnya yang penuh tantangan. Ia mengaku pernah berkali-kali mengalami kegagalan dalam membangun usaha sejak usia muda.

 

Namun berbagai kegagalan tersebut justru membentuk karakter dan mentalnya hingga mampu meraih berbagai keberhasilan dalam dunia usaha maupun pemerintahan.

 

"Sukses itu dipraktikkan melalui kegagalan. Gagal, coba lagi. Gagal lagi, coba lagi. Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa penderitaan dan kerja keras," tegasnya.

 

Pernah Jual Perhiasan Istri Demi Modal Usaha

 

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menceritakan pengalaman pahit saat merintis usaha. Berasal dari keluarga sederhana, ia mengaku pernah menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.

 

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika dirinya harus menjual perhiasan milik istrinya untuk mendapatkan modal usaha.

 

"Saya pernah menjual gelang dan kalung istri untuk modal usaha. Kami membeli satu truk ikan dari Pangkep untuk dijual ke Makassar. Ketika sampai, ikan itu tidak ditampung. Rugi besar. Itu pengalaman yang tidak pernah saya lupakan," ungkapnya.

 

Kegagalan tersebut sempat membuatnya terpuruk. Namun ia memilih bangkit dan menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran berharga dalam mengembangkan usaha yang lebih besar.

 

Jangan Takut Menghadapi Risiko

 

Amran menilai banyak orang ingin sukses tetapi tetapi tidak siap menghadapi risiko dan tantangan yang menyertainya. Padahal, dunia usaha membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan dan menghadapi ketidakpastian.

 

"Kalau mau sukses, jangan hanya mencari kenyamanan. Kesuksesan itu tidak lahir di atas meja. Kesuksesan lahir ketika kita berani bertarung di lapangan, menghadapi tantangan yang nyata," ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa membangun bisnis tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Banyak pengusaha sukses dunia memulai usahanya dari bisnis kecil atau pekerjaan sampingan yang kemudian berkembang menjadi perusahaan besar.

 

"Yang penting adalah keberanian memulai dan konsisten menjalaninya," katanya.

 

Mahasiswa Harus Mulai Mandiri

 

Kepada para mahasiswa, Mentan Amran memberikan tantangan untuk mulai membangun kemandirian sejak dini. Ia menilai langkah awal menuju kesuksesan adalah mengurangi ketergantungan kepada orang tua dan mulai menciptakan nilai tambah melalui berbagai aktivitas produktif.

 

"Awal kesuksesan mahasiswa adalah ketika mulai berpikir untuk tidak lagi membebani orang tua. Hentikan pola pikir hanya meminta. Mulailah berusaha, berkarya, dan menciptakan nilai tambah," tegasnya.

 

Menurutnya, keraguan dan kebiasaan mengeluh sering kali menjadi penghambat terbesar dalam mencapai keberhasilan. Oleh karena itu, generasi muda harus membangun karakter yang kuat, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

 

"Orang ragu gagal. Orang mengeluh gagal. Apalagi yang hanya meminta-minta. Manusia tangguh adalah manusia yang berproses, yang terus bergerak meskipun menghadapi banyak kesulitan," ujarnya.

 

Generasi Muda Harus Jadi Pencipta Lapangan Kerja

 

Menutup kuliah umumnya, Mentan Amran mengajak generasi muda Indonesia untuk berani menjadi pengusaha, inovator, dan pelaku agribisnis modern yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

 

Menurutnya, penguatan kewirausahaan di sektor pertanian akan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

 

"Generasi muda harus mengubah mindset, mengubah cara pandang. Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi ciptakan pekerjaan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku yang mampu membawa perubahan bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

 

Kuliah umum tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan civitas akademika. Pesan-pesan inspiratif yang disampaikan Mentan Amran diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk lebih berani berwirausaha, inovatif, dan berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Celebesnesia